info@astuin.org | Phone : +62 21 6685301

JAKARTA - Bobot kapal ikan Indonesia dilihat dari data Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) terus alami penurunan. Kondisi ini tentunya dapat mengancam kesejahteraan nelayan Indonesia.

Data yang dihimpun dari IOTC dan Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) menyebutkan per 12 Februari 2017 total vessels Indonesia berjumlah 157 unit atau 3,18%. Jumlah ini turun drastis dibandingkan sebelumnya hingga ribuan vessels. Sedangkan total gross tonage 11.153 GT atau 1,47%. Sehingga rata-rata gross tonage Indonesia adalah 71,04 GT.

"Sekarang ini posisinya setelah di-update, kemarin kita posisinya masih 1.000-an kapal sekarang setelah updated kita 157," terang Sekjen Asosiasi Tuna Indonesia Hendra Sugandhi dalam Diskusi Tuna Indonesia Dalam Ancaman di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Hendra menerangkan total rata-rata gross tonage Indonesia dihimpun dari data tiga organisasi pengelolaan perikanan regional atau Regional Fisheries management Organization (RFMO) berada di angka 71 GT per kapal. Tiga RMFO tersebut adalah IOTC, Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) dan Convention for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT).

"Kalau kita hitung gross tonage kita itu IOTC 71 GT per kapal. CCSBT 67 GT dan WCPFC 91 GT. Kemudian kalau kita total semua jadi average-nya 70,41 GT," terang Hendra.

Jumlah ini sangat jauh dibandingkan Jepang yang berada di peringkat pertama yaitu 653,05 GT. Saat ini Indonesia berada di peringkat 10 dari 26 negara anggota IOTC.

(dni)

Category: